Rabu, 31 Juli 2013

Jelang Mudik Lebaran, ASDP dan Syahbandar Bone Sidak 14 Kapal Ferry

Rabu, 31 Juli 2013 | 23:46

Jelang arus mudik lebaran, pihak Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) dan Syahbandar  Kabupaten Bone, melakukan pemeriksaan terhadap empat belas kapal fery, dengan rute tujuan Bone Sulawesi Selatan-Kolaka Sulawesi Tenggara, Rabu (31/7/2013).
BONEPOS.WATAMPONE - Jelang arus mudik lebaran, pihak Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) dan Syahbandar  Kabupaten Bone, melakukan pemeriksaan terhadap empat belas kapal ferry, dengan rute tujuan Bone Sulawesi Selatan-Kolaka Sulawesi Tenggara, Rabu (31/7/2013). Pemeriksaan tersebut dimaksudkan untuk mengetahui kelayakan serta kesiapan kapal tersebut untuk melayani penumpak pada saat arus mudik berlangsung mulai 1 Agustus 2013 besok.

Pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) dan Syahbandar  Kabupaten Bone ini meliputi pemeriksaan kelengkapan surat surat kapal serta kesiapan peralatan dan alat penyelamatan penumpang.

Dikapal tersebut petugas memeriksa satu persatu kelengkapan yang ada dalam kapal untuk menentukan layak tidaknya empat belas kapal yang akan melayani arus mudik dari pelabuhan bajoe ke pelabuhan kolaka sulawesi tenggara itu.

Dalam pemeriksaan keempat belas kapal tersebut pihak ASDP dan Syahbandar menyatakan keempat belas kapal tersebut layak untuk melayani penumpang pada arus mudik lebaran serta arus balik lebaran nanti.

"Dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan,  kesemua kapal kami nyatakan layak untuk digunakan untuk mengangkut  penumpang arus mudik," ungkap Kepala Syahbandar Bone Andi Abbas, kepada Bonepos, Rabu (31/7/2013).

Namun demikian ia menegaskan bahwa pihaknya tidak segan segan untuk memberi sanksi atau tidak memberi izin berlayar jika ada kapal yang ditemukan melanggar aturan yang telah ditetapkan.

Laporan : Bitara
Editor : Riswan

Komentar

Selasa, 30 Juli 2013

Inilah Nama-Nama Pejabat Yang Dilantik Bupati Bone Siang Tadi

Selasa, 30 Juli 2013 | 19:14

Sedikitnya 156 pejabat eselon II, III, dan IV Pemerintah Kabupaten Bone dilantik dan digeser di gedung PKK Sekertariat Daerah Bone, Selasa (30/7/2013) siang (Foto : Enal)
BONEPOS.WATAMPONE - Sedikitnya 156 pejabat eselon II, III, dan IV Pemerintah Kabupaten Bone dilantik dan digeser di gedung PKK Sekertariat Daerah Bone, Selasa (30/7/2013) siang. Pelantikan ini merupakan pelantikan ke dua tersebesar sejak Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi dan Wakilnya Ambo Dalle terpilih memimpin Bone ke depan pada awal tahun 2013 lalu.

Inilah nama-nama pejabat eselon II, III, dan IV yang dilantik Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi di gedung PKK Sekertariat Daerah Bone, Selasa (30/7/2013) siang tadi.

- Kadis Kesehatan: dr.Hj.Khasma Padjalangi M,Kes
- Kadis Energi dan Sumber Daya Mineral: Ir.Khalil, MT
- Kep.Kantor Promosi dan Penanaman Modal: Drs.Muhammad Alwi
- Kep.Pemadam Kebakaran: Drs.Muhammad Jafar H,M.Is
- Kep.Kantor Penelitian dan Pengembangan: Drs.Aminuddin,M.Is
- Kep.Kantor Kebersihan,Pertamanan, Pemakaman: Drs.Yudhis, S.Sos, M.Is
- Kep.Kantor Ketahanan Pangan : Nuramin. AH, SP,M.Is
- Kep.Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: A.Nurmalia, SH, MH
- Kabag Persidangan dan Risalah Skrt.DPRD: Drs.Akbar, M.Is
- Kabag Ekonomi Setda: Andi KHaikal,SH
- Kabag Organisasi Setda: Drs. Andi Amran,M.Is
- Kabag Pemdes Setda: Nursalam, S.Sos,M.Is
- Kabag Hukum Setda: Ansar Amal,SH.M.Is
- Kabag Umum Sekertariat DPRD: Ishan Samin,S.P, M.M
- Kabag Keagrarian Setda: Amir S,SE
- Kabag Kesra Setda: Drs.H.Rusli,S
- Kabag Humas dan Infokom Setda: Andi Lanna, S.Sos
- Kabag Keuangan Sekertariat DPRD: Nusryamsu, SE
- Kabag Perlengkapan Sekertariat DPRD: Drs. Basril
- Camat Awangpone: Muh.Syukri, BA,S.Sos
- Camat T.Riattang: A.Erwin Terwo,S.Sos,M.Is
- Camat Ulaweng: Drs.H.Zainal Abidin,M.Is
- Camat Ponre: Muh.Ikbal A.Md,SP,MM
- Camat T.Riattang Timur: Hj.Syamsiar,S.Sos,M.Is
- Camat Bontocani: Ibrahim,SE,MM
- Camat Libureng: Andi Rahmat Musrya, S.STP
- Camat Patimpeng: Drs.Muhammad Taslim
- Camat T.Rittang Barat: Syahrul Samsu,SE,M.Is
- Camat Cenrana: Mahmud,S.Pd
- Camat Dua Boccoe: Andi Muslam,S.Sos,MM
- Camat Lappariaja: Drs.Suherman, MH
- Camat Ajangale: Drs.Andi Iskandar
- Camat Tellu Siattinge: Arifuddin D,S.Sos,M.Si
- Camat Tonra: Drs.Bambang Hermanto
- Camat Mare: Bausad
- Camat Bengo: A.Rahmatullah,S.STP,M.Is
- Camat Lamuru: A.Muh.Awaluddin,S.STP
- Camat Kahu: Andi Ilham, S.IP
- Camat Salomekko: Muh.Yunus,SH.MH
- Camat Palakka: Hasnawati Ramli,S.Sos,M.Is
- Camat Amali: Sadri, S.Pd
- Sekertaris Dinas Tata Ruang, Pemukiman dan Perumahan: Ahmad,ST,M.Is
- Sekertaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Drs.Andi Rahmawati
- Sekertaris Badan Perpusda, Arsip dan PDE: Drs.Bahtiar
- Sekertaris Dinas Perhubungan: Drs.Muh.Rafid, BE
- Sekertaris Badan Lingkungan Hidup Daerah: Andi Tjenri Syattar, SH
- Sekertaris Dinas Kesos: Andi Rijaya,S.STP
- Sekertaris Dinas Koperasi dan UMKM: Drs.Andi Jalante,MM
- Sekertaris Badan Pemberdayaan Masyarakat: Drs.H.Ishanda,M.Si
- Sekertaris Dinas Pendidikan: Drs.Nursalam,M.Pd
- Sekertaris Dinas Kelautan dan Perikanan: Drs.Andi Candra Batara,SE,M.Si
- Sekertaris BKDD: Hj.Nurzuleha Damai,SE,MPT
- Sekertaris Dinas PU dan SDA: Dra.A.Fatmawati,AM
- Sekertaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata: Dra.ST.Rosnawati
- Sekertaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan: Syamsurya,SE
- Sekertaris Dinas Perindustrian dan perdagangan: H.Suki, S.Sos
- Kabag TU Badan Pelayanan Perizinan Terpadu: Hj.Nurmiati,SH,M.Si
- Wakil Dir.Pelayanan Medik dan Pengembangan SDM RSU Tenriawaru: Drs.Hj.Dewi Liana, M.Kes
- Inspektur Pembantu Wil.IV Inspektorat Daerah: Andi Abdul Rasyid, S.Sos,M.Si
- Inspektur Pembantu Wil.I Inspektorat Daerah: Agus, S.Sos
- Sekertaris Badan Pelaksana Penyuluhan, Pertanian, Perikanan dan Kehutanan: Hj.Nurliya,SE
- Sekcam Dua Boccoe: H.Amirat, S.Sos,M.Si
- Sekcam T.Riattang: Iskandar, S.Sos,MM
- Sekcam Palakka: Syafriady,S.Pd
- Sekcam T.Riattang Barat: Fadly Putra Saggaf,S.STP
- Sekcam Barebbo: Ade Fariq Ashar, S.STP,M.Si
- Sekcam Tellu Siattinge: Kusayyeng,S.Sos, M.Si
- Sekcam Cenrana: H.Suwanda,S.Sos
- Sekcam Ulaweng: Abd.Rahman S,S,Sos
- Sekcam T.Riattang Timur: Amir Daus,SE
- Sekcam Salomekko: Muhammad Arsyad,S.Sos,M.Si
- Sekcam Amali: Aris,Sp,M.Si
- Sekcam Lappariaja: Bahtiar,S.Sos
- Sekcam Tonra: Andi Abdul Hajar, S.Sos,M.Si
- Sekcam Ajangale: Drs.Andi Wahyu
- Sekcam Kajuara: Ilyas,S.Sos
- Sekcam Ponre: Burhanuddin Andi Maddusila
- Sekcam Bengo: A.Idris,SH
- Sekcam Awangpone: Drs.A.Abd Hafid.M
- Sekcam Libureng: H.Syamsul Bahri,S.sos,M.Si
- Sekcam Cina: Abdul Wahid, S.Sos
- Sekcam Kahu: Muhammad Irfan Nur,S.STP
- Sekcam Bontocani: Andi Syamsul Mursya,S.STP
- Sekcam Patimpeng: Drs.A.Nur Amin.K
- Sekcam Tellu Limpoe: Andi Arman Bobby,S.STP,M.Si
- Sekcam Mare: A.Padauleng,S.STP

Laporan : Enal Shaenal
Editor : Andes

Komentar

Fahsar: 6 Bulan Tidak Ada Perubahan, Saya Ganti

| 15:39

Sejumlah pejabat eselon II, III, dan IV Pemerintah Kabupaten Bone dilantik dan digeser di gedung PKK Sekertariat Daerah Bone, Selasa (30/7/2013) siang
BONEPOS.WATAMPONE - Bupati Bone Andi Fahsar mengultimatum para pejabat baru agar bekerja lebih keras untuk rakyat. Jika berjalannya waktu itu tak terpenuhi, siap-siap saja mereka dicopot dari jabatannya.

"Saya sampaikan, totalitas kerja, turun ke lapangan, turun ke bawah, ada ukuran-ukuran, kerja yang jelas ada target-target yang jelas. Saya juga sampaikan, kalau 6 bulan tidak ada perubahan, ya maaf, siap saya ganti. Kan enak kalau seperti itu," Ungkap Fahsar saat melantik  150 pejabat eselon II, III, dan IV Pemerintah Kabupaten Bone di gedung PKK Sekertariat Daerah Bone, Selasa (30/7/2013) siang

Menurut Fahsar, pergantian juga menyegarkan birokrasi untuk menciptakan pola kerja baru. Fahsar melihat warga menginginkan para pemimpin di Jakarta kerja keras untuk mengatasi sejumlah persoalan.

"Kita ini ingin membangun sebuah tradisi baru, sebuah pola kerja baru, sebuah ritme kerja baru, untuk menerobos semua penghalang guna mewujudkan bone yang lebih sejahtera kita harus sukses mewujudkan visi-misi Bupati terpilih," katanya.

"Karena kita ini dituntut, ekspektasi masyarakat tinggi sekali. Kalau tidak dijawab oleh sebuah manajeman organisasi yang ada di situ melakukan totalitas kerja, bukan tidak mungkin kita tidak memberikan sesuatu kepada masyarakat," tambahnya.

Selain itu Fahsar membantah jika pergantian itu dilakukan atas dasar suka tidak suka. "Ya ini kan refresh, penyegaran. Juga kita melihat kebutuhan-kebutuhan lapangan, saya kira biasa-biasa saja, apanya yang mau ditanyakan," tandasnya.

Laporan : Enal Shaenal
Editor : Riswan

Komentar

Bupati Bone, Lantik Adik Kandung Nurdin Halid Jadi Camat

| 15:26

Sejumlah pejabat eselon II, III, dan IV Pemerintah Kabupaten Bone dilantik dan digeser di gedung PKK Sekertariat Daerah Bone, Selasa (30/7/2013) siang.
BONEPOS.WATAMPONE - Sedikitnya 150 pejabat eselon II, III, dan IV Pemerintah Kabupaten Bone dilantik dan digeser di gedung PKK Sekertariat Daerah Bone, Selasa (30/7/2013) siang. Pelantikan ini merupakan pelantikan ke dua tersebesar sejak Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi dan Wakilnya Ambo Dalle terpilih memimpin Bone ke depan pada awal tahun 2013 lalu.

Hj.Andi Syamsiar Halid bersama Suami H,Rosalim Hab.
Dari informasi yang dihimpun Bonepos, dari 20 camat yang dilantik hari ini, satu diantaranya adalah adik kandung Nurdin Halid, Syamsiar Halid. Ia dilantik sebagai Camat Tanete Riattang Timur. Selain camat, sejumlah sejumlah sekcam dan kepala bagian juga ikut dilantik.

Laporan : Enal Shaenal
Editor : Riswan

Komentar

Sabtu, 27 Juli 2013

Akbar Faizal: Infrastruktur Jalan Rusak, Mustahil Perekonomian Akan Maju

Sabtu, 27 Juli 2013 | 03:29

Akbar Faizal saat berbicara  ditengah-tengah sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Bone
BONEPOS.WATAMPONE - Ketua DPP Nasional Demokrat (NasDem)  Bidang  Politik dan Pemerintahan, Akbar Faizal, menilai,  saat ini secara nasional wilayah di Indonesia, khususnya sejumlah wilayah di luar dari daerah pulau Jawa, kondisi infrastuktur jalannya sangat memprihatinkan.

Hal itu diungkapkan, Akbar Faizal di tengah-tengah pertemuannya dengan sejumlah tokoh masyarakat di Desa Malluse Tasi Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone, Jumat (26/7/2013).

"Otomatis jika infrastuktur jalan disuatu daerah itu rusak maka mustahil perekonomian didaerah tersebut akan berkembang dan maju," ungkapnya.

Ia menambahkan, setelah dirinya mengunjungi sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Bone. Kerusakan infrastruktur itu, sangat ia rasakan. Olehnya itu, masalah infrastruktur jalan akan menjadi salah satu perhatian khusus dirinya, yang akan diperjuangkan di DPR-RI nanti.

Laporan : Iwan
Editor : Riswan

Komentar

Banjir di Wajo Tewaskan Seorang Balita

| 03:06

Indo Masse saat mengendong Humairah (1) Anaknya dalam kondisi tidak bernyawa lagi.
BONEPOS.WAJO - Air yang masih merendam sejumlah kecamatan di Kabupaten Wajo kembali menelan korban jiwa. Kali ini Humairah, seorang balita  (1.5) warga Kelurahan Laelo, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo tewas setelah tercebur delam air setinggi tiga meter yang juga merendam rumahnya, Kamis (25/7/2013).

Kejadian ini ini berawal sekitar pukul 17.00 wita. Kala itu, putri pasangan Ambo Upe dan Ambo Masse ini diduga hendak mencuci tangannya di dapur. Bocah ini pun tergelincir dan tercebur ke dalam air dengan ketinggian sekitar tiga meter.

"Menurut saksi mata, korban sempat minta tolong tapi saksi tidak mampu berenang makanya saksi juga hanya bisa berteriang minta tolong kepada warga sekitar," tutur Erna salah satu warga Kelurahan Watanglipue usai melayat ke kediaman korban

Ia menjelaskan, korban dievakuasi selama sejam oleh warga setempat dan ditemukan dalam keadaan tidak bernafas lagi. Erna menambahkan, hingga kini, kediaman warga sekitar masih dipenuhi kerabat dan keluarga korban yang hendak melaya

Laporan : Amnar Amiruddin
Editor : Riswan

Komentar

Disperindag Bone Gencar Gelar Pasar Murah

| 02:43

Sejumlah warga Boneberdesak-desakan hanya untuk membeli sejumlah kebutuhan pokok yang disediakan di pasar murah
BONEPOS.WATAMPONE - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bone gencar menggelar pasar murah guna menekan kenaikan harga di bulan suci Ramadan. Tingginya permintaan dan pasokan menurun akibat pengaruh cuaca buruk menyebabkan harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Bone naik.

Dari hasil pantauan Disperindag, perkembangan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar pada tanggal 15-19 Juli, mengalami kenaikan harga. Harga cabe rawit, bawang putih, bawang merah dan telur ayam ras, pekan ketiga ini mengalami kenaikan harga.

Cabe rawit naik dari harga Rp 45 ribu menjadi Rp 62 ribu atau mengalami kenaikan harga sekitar 39 persen. Sementara harga bawang merah dari Rp 45 ribu naik menjadi Rp 54 ribu perkilogram atau kenaikannya mencapai 20 persen. Begitu pun juga dengan harga  bawang putih yang sebelumnya Rp 16 ribu berubah menjadi Rp 18 ribu per kilogram atau naik 13 persen dan telur ayam ras Rp 16 ribu perkilo naik menjadi Rp 17 perkilo atau enam persen.

"Makanya kami gencar menggelar pasar murah untuk menantisipasi tingginya harga karena tingginya  permintaan kebutuhan pokok masyarakat. Kami rasa kenaikan harga dipicu karena permintaan masyarakat itu sendiri yang kemudian dimanfaatkan pasaran," ungkap Kepala Disperindag Bone Andi Firdaus, Kamis (26/7/2013).

Ia menjelaskan, pihaknya akan menggelar kembali pasar murah seperti ini jelang Ramadan nanti  bekerja sama dengan pemerintah provinsi. Andi Firdaus menambahkan, pihaknya juga tetap memantau harga guna mengantisipasi adanya pedagang nakal.

Sementara itu Kasi Distribusi Pasar Disperindag Kabupaten Bone Muh Yusuf menuturkan, pihaknya terus memantau di sejumlah pasar tradisional untuk menekan kolonjakan harga yang signifikan. Menurutnya, tidak semua harga kebutuhan pokok naik. Seperti Harga gula pasir pada pekan ke tiga ini turun dari posisi harga Rp 12.500 menjadi Rp 12.250 atau mengalami penurunan harga sekitar dua persen.

"Sedang cabe keriting dan cabe merah besar harganya tetap bertahan diposisi harga rata-rata Rp 40 ribu per kilogram dan cabe merah besar Rp 35 ribu perkilogram karena berimbangnya antar persediaan dan permintaan konsumen. Sedangkan kondisi stok barang kebutuhan pokok cukup aman," ungkapnya.

Laporan : Enal Shaenal
Editor : Riswan

Komentar

Nekat Curi Mobil, Pemuda Asal Ponre Babak Belur Dihakimi Warga

| 02:37

Irwan, saat diintrogasi oleh pihak kepolisian Polres Bone
BONEPOS.WATAMPONE - Lantaran tertangkap tangan saat hendak mencuri sebuah mini bus, seorang pemuda asal Dusun Tinco Desa Tellu Boccoe, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone babak belur dihajar warga kompleks Pasar Palakka, Kelurahan Bulu Tempe, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Jumat (26/7/2013) malam. Untungnya aparat kepolisian yang tiba ditempat langsung meredam amukan massa dan menggiring pelaku ke Mapolres Bone.

Pemuda yang diketahui bernama Irwan (18) ini merupakan residivis yang beberapa tahun silam ditangkap lantaran membawa senjata tajam. Bukannya jerah, tahanan Lembaga Pemasyarakatan ternyata malah membuatnya makin menjadi. Ia pun beralih profesi menjadi pencuri sepeda motor dan mobil.

"Untuk pencurian jenis kendaraan Ini sudah ke empat kalinya saya lakukan. Saya belajar dari teman saya yang telah saya kenal selama enam bulan," ungkap Irwan di hadapan polisi.

Irwan menjelaskan, setiap hasil curiannya dijual ke Kolaka, Sulawesi Tenggara. Temaksud sepeda motor dinas milik Kepala Desa Pallawa Rukka yang juga telah dijualnya. Irwan mengaku dari sejumlah aksinya, baru menerima upah hasil curian sebesar Rp 50 ribu dari hasil penjualan telepon seluler.

"Tiga motor yang saya ambil diamankan polisi di Kolaka karena waktu saya mau jual saya melanggar dan ditilang," jelas Irwan.

Aksi Irwan akhirnya berakhir saat hendak mencuri mobil milik Muhammad yang terparkir di depan rumah di Kompleks Palakka. Irwan tertangkap oleh Fais, putra Muhammad. Irwan tidak sendiri melakukan aksinya, Pandi rekannya yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Bone meloloskan diri saat mengetahui aksinya ketahuan.

"Mobil  kijang super berpelat 1037 DW milik saya sudah dinyalakan pelaku tapi anak saya yang mengatahui itu cepat mencegat pelaku dan melaporkannya kepada saya," ungkap Muhammad kepada wartawan.

Sementara itu, Fais menjelaskan, kecurigaannya berawal saat mengetahui mesin mobilnya menyala. Mengira ibunya, Fais memanggil ibunya namun tak ada jawaban. Ia pun mendekati mobil dan membuka pintu dan mendapati pelaku sedang duduk di kursi sopir.

"Saya kira ibu saya dan saya panggil ibu namun orang dalam mobil menyahut. Melihat orang lain yang mengendarai saya langsung memanggil ayah saya di mesjid, " terang Fais.

Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Bone Ipda Fredi Nalle menuturkan, pihaknya telah menerima laporan tersebut. Ia menjelaskan, pelaku dengan barang bukti berupa kunci mobil dan kunci palsu yang diapaki beraksi juga telah diamankan di sel tahanan Mapolres Bone.

Menurutnya, dari pengakuan pelaku, remaja ini merupakan spesialis yang kerap beraksi di Bone. Adapun rekannya masih dalam pengejaran polisi.

"Kami masih mengumpulkan informasi dari pelaku untuk mencari barang bukti lainnya dan pelaku lain," jelas Fredi.

Laporan : Enal Shaenal
Editor : Riswan

Komentar

Rabu, 24 Juli 2013

Jumlah Pemilih Pada Pileg di Bone Bakal Berkurang

Rabu, 24 Juli 2013 | 23:40

Ilustrasi
BONEPOS.WATAMPONE - Jumlah pemilih di Kabupaten Bone dipastikan bakal berkurang pada Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 nanti. Dibandingkan dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel dan Pemilihan Bupati (Pilbup) Bone lalu, jumlah selisih pemilih untuk Pilpres dan Pilcaleg mencapai 13 ribu orang.

Daftar Pemilih Sementara (DPS) Kabupaten Bone saat ini mencapai 547.565 orang. Sedangkan pada pemilihan Gebur dan Bupati lalu DPT bone mencapai 561.144 orang, sengan selisih 13.579 orang.

"Walau saat ini ada selisih sekitar 13 ribu namun tidak akan berkurang lagi bahkan ada kemungkinan akan bertambah, karena sudah dilakukan pengurangan berdasarkan tahapan dan pemetaan daftar pemilih," jelas salah satu anggota KPU Bone Yusnan, Rabu (24/3/2013) di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, penetapan DPS menjadi DPT pada bulan Agustus nanti. Olehnya itu, pihaknya masih terus mendata karena tidak menutup kemungkinan masih ada warga yang belum terdata.

Sementara itu, ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Bone Abd Rahim mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan akan menerima pengaduan masyarakat apabila ada yang tidak terdaftar.

"Kami akan bekerja sesuai tufoksi kami dan tentu akan mengawasi pelaksanaan atau penyelenggaraan Pemilu khusunya di Kabupaten Bone. Mengenai daftar pemilih, maka pihak kami akan melakukan pengawasan dan mengawal daftar pemilih tersebut," ungkap Abd Rahim.

Laporan : Enal Shaenal
Editor : Riswan

Komentar

Selasa, 23 Juli 2013

Razia Pasar, BPOM Bone Musnahkan Ratusan Produk Kadaluarsa

Selasa, 23 Juli 2013 | 22:12

Pegawai BPOM Bone saat mendata sejumlah produk makanan di pasar sentral Palakka Kab. Bone
BONEPOS.WATAMPONE - Menjelang hari raya Idul Fitri, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Bone menggelar razia di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bone, Selasa (23/7/2013) siang. Pada kesempatan itu, BPOM Bone memusnahkan ratusan produk makanan dan bumbu makanan yang ditemukan kadaluarsa atau melewati tenggat waktu kelayakannya.

Sejumlah barang kadaluarsa yang ditemukan langsung dimusnahkan di hadapan pemilik barang.Produk kadaluarsa dalam bentuk kemasan plastik digunting dan sedangkan produk kemasan keras dirusak dengan cara dibakar atau membengkokkan wadahnya.

"Kegiatan ini rencananya akan digelar selama tiga hari hingga menyentuh pasar yang berada di pedesaan," ungkap Kasi Pengawasan Pengedaran Obat, Narkoba dan Makanan Bone, Sohra yang ditemui wartawan usai menggelar razia.

Sohra menjelaskan, kegiatannya kali ini, bukanlah kegiatan pertama dalam Ramadan karena pada pekan pertama Ramadan, pihaknya telah mengumpulkan contoh bahan makanan siap saji seperti bahan pembuatan es buah. Hal itu guna memberikan keamanan bagi masyarakat khususnya kaum muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Lanjut Ia mamaparkan, pihaknya hanya selalu dapat memberikan teguran kepada pedagang dan memusnahkan barangnya saja. Hal itu sesuai dengan tugas dan fungsi BPOM. Olehnya itu, ia menghimbau agar konsumen dapat menjaga keamanannya sendiri dari pangan yang tidak layak dikonsumsi lagi.

"Konsumen harus lebih hati-hati dengan melihat sampul produk barang yang dibelinya," ungkap Sohra.

Laporan : Enal Shaenal
Editor : Riswan

Komentar

Senin, 22 Juli 2013

Mudik Lebaran, ASDP Bone Siapkan 14 Kapal Ferry

Senin, 22 Juli 2013 | 23:37

Aktivitas penyebrangan di pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone ( Foto : Abdul Haq, Kompas)
BONEPOS.WATAMPONE - Menghadapi arus mudik jelang hari raya Idul Fitri, PT. Angkutan Sungai Darat dan Perairan (ASDP) pelabuhan Bajoe Kabupaten Bone menyiapkan sedikitnya 14 kapal ferry rute Bone-Kolaka. Selain itu, selama arus mudik berlangsung jadwal keberangkatan akan dibuka empat kali sehari.

"Jelang kelonjakan penumpang Idul Fitri pelayaran akan menggunakan pelayaran empat trip pada pukul 14.00 Wita, pukul 17.00 Wita, pukul 20.00, Wita dan Pukul 22.00, Wita. Namun, jika terjadi kelonjakan penumpang drastis maka tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan kapal lain," ungkap
Manajer ASDP Bajoe Takari, Senin (22/7/2013).

Ia menyebutkan, dari 14 kapal Ferry untuk rute pelabuhan Bajoe-Kolaka, empat diantaranya masih dalam perbaikan seperti KMP Muchlisa, KMP Poncan Moale, KMP Masagena dan KMP Dharma Kartika I. Sementara Kapal KMP Raja Laut yang pernah rusak, kini kembali sudah bisa difungsikan.

Menurutnya, puncak kelonjakan penumpang memasuki bulan Ramadan diperkirakan mulai sejak H-7. Takari menambahkan, pihaknya juga telah menyiagakan arus mudik baik dari segi keamanan dan fasilitas kapal sehingga arus mudik dapat berjalan dengan lancar.

Laporan : Arsyad Caca
Editor : Riswan

Komentar

Curi Emas 10 Gram, IRT Asal Pinrang Meringkuk di Sel

| 23:27

Ilustrasi
BONEPOS.WATAMPONE - Lantaran kedapatan mencuri 3 buah cincin emas seberat 10 gram disalah satu counter penjualan emas di eks pasar sentral Bone, seorang Ibu Rumah Tangga asal Dusun Ammessangeng Timur, Desa Laleng Bata, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang, terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisan sektor Taneteriattan Kabupaten Bone. Upaya pelaku untuk kabur dengan menggunakan angkutan umum di Jalan Urip Sumohadjo (Poros Wajo) pun berhasil digagalkan oleh pejual emas tersebut.

Kejadian pencurian yang terjadi sekira pukul 19.30, Wita, Senin, (22/7/2013) ini bermula saat ibu rumah tangga (IRT) yang bernama, Rosy Binti Celleng (35) itu berpura-pura akan membeli sebuah cincin emas di counter penjualan emas milik H Ambo bin Ganing (39). Tanpa menaruh curiga korban pun langsung meperlihatkan 3 buah cincin kepada pelaku diatas meja kacanya.

Namun pada saat korban lengah, pelaku pun langsung mengambil perhiasan emas tersebut, dan langsung kabur. Korban yang mengetahui emasnya dibawa kabur pelaku, ia pun langsung mengejar pelaku ke arah Jalan Urip Sumohadjo (Poros Bone-Wajo), beruntung korban berhasil menemukan pelaku, dan langsung memeriksa tas pelaku, dan alhasil 3 buah cincin emas senilai Rp 7 Juta milik korban ada ditas pelaku. Korban pun langsung membawa pelaku yang sudah tertangkap tangan itu ke Kantor Kepolisian Sektor Tanete Riattang untuk diamankan. 

Saat diintrogasi polisi Rosy membantah jika dirinya melakukan pencurian dan berdalih hendak membelinya. Namun, saat ditanya kedatangannya di kabupaten Bone, perempuan yang mengaku memiliki anak lima dengan pekerjaan suaminya sebagai petani dikampungnya tak bisa menunjukkan kelurganya di Kabupaten Bone.

"Saya baru satu kali melakukan pencurian, saya punya anak kecil pak," ujar wanita ini sebelum dijebloskan ke sel tahanan Mapolsek Kota.

Sementara itu, korban , H Ambo bin Ganing 39, mengatakan jika melakukan pengejaran kepada pelaku saat hendak pulang dikampungnya mengambil mobil penumpang di poros Wajo. Namun, beruntung karena tukang ojek yang dikendarainya kembali  hingga menunjukkan tempat pelaku tujuannya.

"Saya baru tahu jika tempat cincinnya itu tertinggal di meja kaca saya, dan menanyakan kepada tukang ojek yang memberikan tumpangan ke pelaku," ungkap Ambo yang juga pengusaha emas di toko eks pasar sentral Watampone.

Kanit Reskrim Polsek Kota Tanete Riattang, Ipda Mahyudin yang dimintai konfirmasinya, mengatakan jika modus ini, pelaku berpura-pura membeli emas saat suasana toko ramai. Pelaku memakai cincin ditangannya kemudian melarikan diri dan lupa pada kotak tempat cincin itu.

"Barang bukti 3 cincin senilai Rp 7 juta sudah kira amankan dan pelaku diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ungkapnya.

Laporan : Arsyad Caca
Editor : Riswan

Komentar

117 CJH Bone Batal Ke Tanah Suci

| 00:30

Ilustrasi
BONEPOS.WATAMPONE - Sekitar 117 Calon Jemaah Haji (CJH)  Kabupaten Bone dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun 2013. Ini merupakan dampak kebijakan pengurangan kuota 20 persen dari Pemerintah Arab Saudi. Sebagaimana diungkapkan Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bone, Jumat, (19/7/2013).

Rusli menjelaskan bahwa kuota haji pada tahun 2013 untuk Kabupaten Bone totalnya 745 orang. Namun, 117 calon haji di antaranya batal berangkat akibat pengurangan kuota.Ke 117 orang ini juga belum melunasi Biaya Penyelengaraan Ibadah Haji (BPIH) hingga batas waktu yang ditentukan dan sisa kuota tersebut diserahkan ke pusat.

"Pihak Kantor Wilayah Kemenag Sulsel mengeluarkan surat edaran yang menyatakan bahwa jatah kuota calon haji mengalami pemangkasan 20 persen," katanya.

Ia menyebutkan, calon haji yang terkena imbas dari kebijakan pemerintah Arab Saudi yang memangkas kuota 20 persen tersebut, dapat dipastikan masuk dalam daftar tunggu keberangkatan musim haji tahun 2014.

"Sebagai kompensasinya, pemerintah dalam hal ini pihak Kemenag akan menanggung biaya tambahan jika terjadi kenaikan BPIH tahun depan dan sebaliknya apabila BPIH turun, maka kelebihan uang akan dikembalikan," paparnya.

Sementara itu, salah satu agen perusahaan Jasa swasta Pemberangkatan Ibadah Haji (PIH), H Zainal Arifin, mengatakan jika dalam kuotanya tidak ada satupun yang tertunda jamaah hajinya yang berangkat melalui Kementerian Agama (Kemenang) Kabupaten Bone dan sesuai dengan rencana pemerintah yang dijadwalkan pada gelombang pertama yang akan dilaksanakan 8 September mendatang, pungkasnya.

Laporan : Arsyad Caca
Editor : Riswan

Komentar

Minggu, 21 Juli 2013

Bakar Petasan, Pemuda Asal Pallette Dikeroyok Warga

Minggu, 21 Juli 2013 | 23:58

Muhlis yang merupakan pelaku yang meledakkan petasan mendapatkan perawatan medis di RS. Bhayangkara Bone, sambil dimintai keterangannya oleh sejumlah petugas.
BONEPOS.WATAMPONE - Lantaran kedapatan membakar petasan saat warga tengah khusyuk melaksanakan tarawih di mesjid, Mukhlis salah seorang pemuda warga Kelurahan Pallete, Kecamatan Tanete Riattang Rimur, Kabupaten Bone babak belur dikeroyok warga di Kelurahan Waetuo. Minggu (21/7/2013) malam. Ironisnya aksi pengeroyokan itupun berlanjut hingga memakan korban, Syamsul Alam salah seorang pemuda asal Kelurahan Waetuo pun menjadi korban sabetan benda tanjam.

Kejadian tersebut berawal saat Mukhlis Alias Elli (28) warga Kelurahan Pallette, Kecamatan Tanete Riattang Timur membakar petasan di lingkungan Lapanning, Kelurahan Waetuo, Kecamatan Tanete Riattang Timur, saat warga sekitar sedang khusyuk menggelar salat tarawih dimesjid. Aksi Mukhlis inipun memancing emosi pemuda sekitar. Muklis dikeroyok hingga babak belur, ia pun mengalami pendarahan di bagian kepala dan wajahnya.

Kejadian ini pun berlanjut, Mukhlis yang berhasil meloloskan diri dari pengeroyokan itu kemudian memanggil beberapa orang temannya dan mendatangi kembali kawanan pemuda yang mengeroyokinya itu. Mukhlis bersama dua rekannya datang dan langsung menyerang dua pemuda di tempat tersebut.

Dalam peristiwa ini, Syamsul Alam (29) warga Lingkungan Awangkalu, Kelurahan Waetuo, Kecamatan Tanete Riattang Rimur terkena sabetan benda tajam hingga mengalami luka robek di bagian kanan perutnya dan terpaksa dilarikan ke Bhayangkara Bone untuk mendapatkan perawatan termasuk Muchlis yang mengalami babak belur.

Sementara itu, Aparat Kepolisian Sektor Taneteriattang, saat ini tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), untuk mengumpulkan sejumlah bukti guna mengejar dan menangkap pelaku penikaman tersebut.

Laporan : Enal Shaenal
Editor : Riswan

Komentar

Hujan Diprediksi Hambat Arus Mudik Lebaran

| 21:24

Ruas jalan Langsat - Soekawati yang rusk berat ditanami pohon pisang oleh warga sekitarnya (Foto : Chil)
BONEPOS.WATAMPONE - Hujan yang melanda sejumlah daerah di Sulawesi Selatan salah satunya adalah Kabupaten Bone dipastikan akan menghambat kelancaran arus mudik lebaran yang mulai padat saat ini, baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

Akibat hujan lebat yang melanda beberapa daerah sejak memasuki bulan Juli 2013, kendaraan yang melintas di jalur mudik tersebut tidak bisa melanju akibat hujan, karena jarak pandang yang terbatas, kata Allo sopir angkutan umum Makassar-Bone, Minggu (21/7/2013)

"Kita harus berhati-hati, selain karena ruas jalan yang sempit dan beberapa titik rusak bahkan longsor, juga karena volume kendaraan yang melintas mulai padat," ujar Allo.

Sebagian ruas jalan di Kabupaten Bone mulai dalam perbaikan. Ada tiga titik yang rawan kecelakaan di kawasan itu karena badan jalan yang anjlok bahkan banyak yang berlubang seperti beberapa jalan di dalam kota, sehingga sulit dihindari pengemudi yang melintas, terutama di malam hari.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Makassar memprediksi, hujan masih akan turun di beberapa daerah di Sulsel sampai awal Agustus, sehingga pemudik diingatkan untuk mewaspadai terjadinya tanah longsor dan banjir saat melintas di jalur rawan.

Sementara itu Kepala Bidang Jalan dan Jembatan PU Bina Marga Kabupaten Bone Jibang, beberapa waktu lalu mengatakan, meski pihaknya melakukan perbaikan jalan yang rusak mulai akhir bulan ini, namun beberapa titik yang kerusakannya cukup parah memerlukan waktu cukup lama untuk merampungkannya.

"Kita berharap perbaikan semua titik jalan yang rusak dan dinilai rawan kecelakaan selesai saat puncak mudik lebaran, namun karena faktor cuaca yang tidak menentu, mengakibatkan pekerjaan di lapangan mengalami hambatan, "ujarnya.

Laporan : Iwan
Editor :Riswan

Komentar

Milad Pertama, Hijabers Bone Gelar Event Ramadhan

| 21:12

Hijabers Bone Community bekerja sama dengan PT. Telkomsel Cabang Bone menggelar event bertempat di Gedung PKK, Minggu, 21 Juli. Peserta even tersebut terdri para anggota komunitas dan masyarakat umum terutama dari kalangan muda sampai tua. (Foto : Enal Shaenal)
BONEPOS.WATAMPONE - Dalam Rangka Milad yang pertama, Hijabers Bone Community bekerja sama dengan PT. Telkomsel Cabang Bone menggelar event bertempat di Gedung PKK, Minggu, 21 Juli. Peserta even tersebut terdri para anggota komunitas dan masyarakat umum terutama dari kalangan muda sampai tua.

"Hijabers Bone Community mengajak saudari-saudari kami mengenakan jilbab dengan berjibab kita bisa percaya diri  dan sesuai dengan ajaran islam" ungkap ketua Pelaksana Kegiatan Asriani haruna,SE saat ditemui wartawan.

Ditambahkan lagi Kegiatan ini merupakan milad hijabers  kabupaten bone yang pertama. dimana acaranya mulai pagi sampai sore diantaranya seperti lomba busana muslim, tutorial hijab plus, buka puasa bersama anak yatim serta memberikan sumbangan ke panti asuhan yang dikabupaten bone.

Kegiatan milad ini diadakan untuk menjalin silahturahmi antar komunitas hijab yang ada di kabupaten bone dan daerah lainnya serta untuk saling bertukar pikiran atau mengeluarkan ide-ide cara memakai jilbab yang modis, trendi, dan keren sehingga tidak dikatakan lagi orang berhijab kampungan,

Menurut Asriani haruna  "Peserta lomba atau event yang mengikuti  sebanyak 17 orang dan tambah satu orang dari luar kota pare-pare.  Acara tutorial sendiri memperagakan cara memakai jilbab edisi lebaran idul fitri mendatang,"

Asriani berharap semoga dapat menginspirisasi masyarakat yang ada di kabupaten bone khususnya wanita-wanita muslim agar selalu menyiarkan islam karna menggunakan hijab bagi wanita adalah wajib sehingga dengan wadah hijabers community bone (HJB) dapat membantu teman-teman wanita muslim di bone.

Dalam even yg diadakan Hijabers Bone Community, Memperebutkan Hadiah juara 1 Rp750 ribu, Juara 2 Rp. 500.000, Juara 3 Rp. 350.000. Berupa uang tunai, tropi, dan sertifikat.

Laporan : Enal Shaenal
Editor : Riswan

Komentar

Bupati Wajo Bagikan Ribuan Sembako Kepada Korban Banjir

| 17:53

Bupati Wajo, Andi Burhanuddin, yang terjun langsung membagikan sembako kepada warga korban banjir di Kelurahan Wiring Palenae Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo, Minggu (21/7/2013)
BONEPOS.WATAMPONE - Pemerintah Kabupaten Wajo, melalui Dinas Sosial  memberikan bantuan sembako kepada masyarakat Wajo khususnya pada korban banjir yang berada di Kelurahan Wiring Palenae. Minggu (21/7/2013) siang tadi.

Pembagian sembako yang digelar di depan Mesjid Al Albar Surae Wajo tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Wajo Andi Burhanuddin kepada ratusan warga Wiring Palenae, adapun jumlah paket sembako yang diserahkan pemerintah setempat yakni berjumlah 1100 kantong dan masing-masing berisikan 5 liter beras dan 5 bungkus Mie Instan.

"Sudah lima ribu rumah kami kasih bantuan berupa sembako dan bambu, dan untuk kecamatan lain seperti Sabanparu, Belawa, Tanasitolo, dan Pammana, akan dapat bantuan namun saat ini kami rampungkan dulu dikecamatan Tempe.

Selain itu, Andi Burhanuddin juga mengimbau warga masyarakat wajo khususnya yang terkena banjir agar senantiasa menjaga keselamatan, terutama harta dan keluarganya.

Sementara itu, dari pantauan bonepos, mulai pukul 09.00 Wita, ratusan warga mulai memadati masjid Al Albar Surae untuk menerima sembako dari pemerintah itu. Meskipun dalam kondisi tengah berpuasa warga tetap antri dan sabar menuggu giliran untuk mendapatkan bantuan yang sangat mereka butuhkan itu pasca banjir melanda wilayahnya beberapa hari yang lalu.

Laporan : Amnar Amiruddin
Editor : Riswan

Komentar

Sabtu, 20 Juli 2013

Banjir yang Merendam Tiga Kecamatan di Bone mulai Surut

Sabtu, 20 Juli 2013 | 01:16

Sejumlah pengendara motor terpaksa menggunakkan rakit untuk menyeberang jalan di Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, lantaran jalan yang selama ini mereka lewati terputus oleh banjir (Foto : Fandy)
BONEPOS.WATAMPONE - Banjir yang merendam sedikitnya ratusan rumah di Kabupaten Bone, mulai surut. Warga pun mulai membersihkan rumah mereka dari sampah yang terbawah oleh banjir, Jumat (19/7/2013). Namun demikian, mereka tetap khawatir akan terjadinya banjir susulan, pasalnya hingga saat ini intensitas hujan masih tinggi.

Banjir setinggi lebih semeter itu merendam ratusan rumah di tiga kecamatan dalam empat hari terakhir. Tiga kecamatan itu yaitu Awang Pone, Dua Boccoe, dan Ajangngale.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bone kiranya dapat memperbaiki saluran air dan mengeruk sungai. Sehingga sungai dapat menampung air saat hujan turun. Banjir pun dapat dihindarkan.

Laporan : Bitara
Editor : Riswan

Komentar

Kamis, 18 Juli 2013

Tanggul Jebol, Ratusan Warga Wajo Mengungsi

Kamis, 18 Juli 2013 | 16:49

Warga yang berusaha memperbaiki tanggul yang jebol
BONEPOS.WAJO - Banjir yang merendam ribuan rumah di Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan kini belum ada tanda akan surut bahkan pada, Kamis (18/7/2013) sebuah tanggul kembali jebol sehingga membuat warga panik dan langsung mengungsi.
.
Banjir yang merendam ribuan rumah di lima kecamatan di Kabupaten Wajo hingga kini masih  terus terjadi. Lima kecamatan yang terendam banjir tersebut adalah Kecamatan Tempe, Sabbangparu, Tanasitolo, Belawa dan Kecamatan Pammana.

Belum ada tanda-tanda banjir tersebut akan surut, karena curah hujan di daerah tersebut masih tinggi sehingga membuat danau tempe dan sungai walanae terus meluap. Bahkan sebuah tanggul di Desa Wage di Kecamatan Sabbangparu jebol hingga tiga puluh meter.

Jebolnya tanggul tersebut membuat warga menjadi panik karena khawatir rumahnya bakal terbawa arus. Selain itu juga mengakibatkan akses warga menuju desa sebelah yaitu Desa Ujung Lero juga menjadi terputus.

Jebolnya tanggul tersebut membuat sejumlah warga mengungsi ke rumah kerabat mereka karena takut rumahnya terbawa arus. Warga juga langsung mengungsikan sejumlah ternaknya/ karena takut/ akan terbawa arus banjir

Sementara itu, hingga kini warga masih diliputi kekhawatiran akan terjadinya banjir bandang karena hujan masih terus mengguyur daerah tersebut dan banjir kiriman dari Kabupaten Soppeng dan Sidrap

Laporan : Bitara
Editor : Riswan

Komentar

Inillah Nomor Urut Calon Bupati Wajo

| 16:31

Kandidat Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Wajo saat melakukan pencabutan nomor urut. (Foto : Istimewa)
BONEPOS.WAJO - Berdasar tahapan dan jadwal, yang telah ditetapkan     Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaupaten Wajo tanggal 18 Juli 2013 sebagai pengundian dan penetapan nomor urut. Setelah pengumuman pasangan calon yang lolos verifikasi, maka dilanjutkan dengan pengundian dan penetapan nomor urut.

Bertempat di Aula Islamic Center Palaguna Sengkang, diadakan pengundian yang dilanjut penetapan melalui Pleno terbuka. Pada kesempatan ini hadir SKPD, Kajati, Kepala Pengadilan, Kapolres, Panwaslu Wajo, Tokoh Masyarakat, PPK se-Wajo, undangan dari KPU tetangga, pasangan calon beserta timnya.

Pengundian dilakukan dua kali. Pertama, undian untuk mendapatkan antrian. Kedua,undian untuk mendapatkan nomor urut. Adapun, undian untuk mendapatkan antrian didasarkan kehadiran pasangan calon di lokasi.

Adapun nomor urut pasangan calon sebagai berikut :

1. dr. H. M. Sanusi Karateng dan Drs. H. Andi Surya Agraria, M. Si
2. Drs. H. Andi Safri Modding, M.H dan Rahman Rahim, SE
3. H. Andi Asriadi Mayang, SH. MH dan Drs. H. Muh Saidiman
4. Drs. H. Andi Suriadi Belo, M. H dan Muhammad Sabaruddin
5. Drs. H. Andi Burhanuddin Unru, MM dan Dr. H. A. Syahrir Kube Dauda, S.E, M. Si
6. H. Amran Mahmud, S. Sos, M.Si dan Dr. H. M Yusuf Machmud Korosi, M. Si

Laporan : Amnar Amiruddin
Editor : Riswan

Komentar

Warga Dua BoccoE Geger Dengan Munculnya Seekor Buaya di Tengah Banjir

| 00:29

Ilustrasi (Int)
BONEPOS.WATAMPONE - Warga Dusun Tippilo Desa Ujung Kecamatan Dua Boccoe Kabupaten Bone, geger dengan munculnya seekor buaya putih yang berukuran sekitar 3,5 meter di pinggiran sungai opo, Rabu (17/7/2013) siang. Sejumlah warga setempat meyakini jika buaya tersebut muncul pada saat banjir tahunan yang melanda diwilayah tersebut, maka akan terjadi banjir besar.

"Biasanya kalau datang banjir, dan buaya itu muncul maka pasti akan terjadi banjir besar diwilayah ini," ungkap Nani salah seorang warga Desa Unjung kepada bonepos. Rabu (17/7/2013).

Ia menambahkan, jika dirinya diberitahukan oleh sejumlah warga yang bermukim dibantaran sungai, bahwa sekitar pukul 10.00 Wita tadi, warga dikagetkan dengan munculnya seekor buaya yang berukuran hingga sekitar 3,5 meter dan sempat diabadikan melalui camera ponsel.

Laporan : Iwan
Editor : Riswan

Komentar

Rabu, 17 Juli 2013

Bagi Subhan, Safari Ramadhan Adalah Bentuk Pendekatan Secara Religi

Rabu, 17 Juli 2013 | 22:18

Subham H.Syarifuddin Mallino
BONEPOS.WATAMPONE - Setelah dinyatakan masuk dalam daftar caleg sementara (DCS) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bone, Subhan yang merupakan salah satu calon anggota DPRD Kabupaten Bone dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), langsung tancap gas, dengan menggelar safari Ramadhan di daerah pemilihannya.

"Alhamdulillah, Saya panjatkan kepada Allah SWT, karena berkat ridha-Nyalah saya lolos dari Bacaleg DPRD Kab. Bone dan saat ini saya sedang melakukan pendekatan secara religi dengan menggelar safari ramadhan di dapil saya," ungkap Subhan kepada Bonepos, Rabu (17/7/2013)

Pria bernama lengkap Subham H.Syarifuddin Mallino ini menambahkan, pada bulan Ramadhan ini dirinya telah mengunjungi beberapa desa seperti yang ada di Kecamatan Awangpone, Cenrana dan Tellusiatinge. Kunjungan itu dimaksudkan untuk mendengar aspirasi sekaligus memaparkan visi dan misinya dibidang keagaamaan.

" Visi saya yang utama adalah memperjuangkan Infrastruktur Jalan termasuk memperjuangkan Insentif Guru-Guru Mengaji, Imam Masjid dan Guru-Guru dan Operasional Taman Pendidikan Anak Islami yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di desa," jelasnya.

Selain itu, caleg yang bertarung di daerah pemilihan II ini mencontohkan Rasulullah SWT, sebagai idola politik, yang mengajarkan dirinya berpolitik secara Islami. Olehnya itu dirinya meminta Doa dan Restu dari Masyarakat Kabupaten Bone khususnya yang berada di Kecamatan Awangpone, Kecamatan Tellu Siattinge, Kecamatan Cenrana, Kecamatan Dua Boccoe dan Kecamatan Ajangale, Semoga dirinya bisa menjadi salah satu yang ditunjuk menjadi pejuang aspirasi di DPRD Kabupaten Bone Periode 2014-2019 nanti.

"Bagi saya, DOA dan Restu masyarakat akan mendudukkan kami semua sebagai masyarakat yang menginginkan DPRD Kabupaten Bone terisi orang-orang yang punya kemampuan menyalurkan aspirasi rakyat," ungkapnya.

Olehnya itu Ia berharap agar masyarakat dapat bersatu untuk melawan sejumlah caleg yang hanya mengandalkan money politik, kekuasaan birokrasi dan kecurangan-kecurangan pemilu yang sampai sekarang sangat susah untuk dibuktikan.

Laporan : Mafliadi
Editor : Riswan

Komentar

Petasan Meledak, Bocah Kelas 3 SD Nyaris Tewas Terbakar

| 20:15

Ilustrasi
BONEPOS.WATAMPONE - Alfiana, bocah perempuan berumur 9 tahun warga Jl Sungai Musi, Lingkungan Ponceng, Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, murid SD Inpres 12/79 Ta Kelas 3 terpaksa dilarikan ke rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Watampone lantaran mengalami luka bakar pada bagian dadanya akibat terkena petasan pada saat bermain dengan teman-temannya, Rabu (17/7/2013) di sanggar Baruga Maccoppo Tellue, milik Ajiep Padindang, Jl Sungai Asahan, Lingkungan Ponceng, Kelurahan Manurunge.

Menurut Ila (11), salah seorang teman bermain Alfiana, kalau pada saat itu, dirinya bersama teman-temannya bermain-main disanggar. Tiba-tiba datang Fausan (7), warga Jl Sungai Asahan melempar petasan dan mengenai kepala Cindy (6) adik korban. Petasan tersebut terpantul dan masuk baju Alfiana hingga baju terbakar dan Alfiana mengalami luka robek di dada.

"Saat kami bermain-main, tiba-tiba Fausan datang dan melemparkan petasan kearah kami. Petasan itu mengenai Cindy dan terpental masuk ke baju Ana (panggilan Alfiana). Untung ada om Abba yang membuka petasan tersebut karena baju Ana terbakar," jelas Ila

Akibat kejadian tersebut, kini masyarakat mulai resah dengan petasan yang banyak dimainkan anak kecil tanpa pengawasan orang dewasa. "Ini sungguh keterlaluan dan polisi serta pemerintah harus menertibkan penjual petasan sebelum ada korban berikutnya. Bahkan bisa saja membuat rumah terbakar karena petasan selalu dilemparkan anak-anak ke sana kemari," kesal Faisah (48) warga Ponceng yang juga nenek Alfiana.

Selain itu, petasan dan suara mercon memang sudah diresahkan masyarakat Bone karena sangat mengganggu di bulan puasa bagi yang beribadah dan beristirahat malam.

"Semestinya Satpol PP dan Polisi bertindak menertibkan suara mercon dan petasan tersebut karena sangat mengganggu kami. Baik di saat shalat tarwih maupun dikala kami istirahat menunggu sahur. Pokoknya sangat mengganggu dan perlu ditertibkan," kesal Yusran, salah seorang warga Ponceng.

Sementara Bupati Bone, Andi Fahsar M Padjalangi yang ditemui sejumlah wartawan terkait keluhan warga tersebut. Hanya mengungkapkan kalau setiap malam dilakukan patroli.

"Yang salah kalau sementara orang beribadah, dia meledakkan petasan dan mercon. Apalagi setiap malam dilaksanakan patroli," ungkap Andi Fahsar.

Laporan : Enal Shaenal
Editor : Riswan

Komentar

Kopel Rilis 8 Anggota DPRD Sinjai yang Dapat Raport Merah

| 17:22

Ilustrasi
BONEPOS.SINJAI - Sedikitnya delapan orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sinjai periode 2009-2014 mendapat raport merah dari Kopel Indonesia wilayah Kabupaten Sinjai. Penilaian ini diberikan oleh kopel sebagai bahan evaluasi kinerja DPRD periode 2009-2014 yang masih tersisa sekitar 1 tahun.

Nilai tersebut merupakan nilai kehadiran anggota DPRD dalam rapat Paripurna yang dilaksanakan selama 2009- Juni 2013 sebanyak 128 kali. Kedelapan anggota DPRD tersebut adalah A. Syamsul Bahri R, SH (PDIP), A. Muhammad Takdir Hasyim (HANURA), Saifuddin (PPRN), Saiful Bahri, ST (Republikan), Ir. Irianto (HANURA), H. Zulfikar (PPP), Drs. Basri Pappa (PDK), dan Mappahakang, S.Ag (PAN). Kehadiran anggota DPRD dalam rapat paripurna menjadi tanggung jawab sebagai wakil rakyat, karena Forum ini merupakan Forum tertinggi pengambilan kebijakan di DPRD.

"Sebagai wakil rakyat yang dilengkapi dengan fasilitas, seharusnya tidak ada alasan untuk tidak ikut dalam rapat paripurna, apalagi jika hanya sampai mendapat nilai 3. Ini merupakan “kecelakaan” besar bagi rakyat yang diwakilinya, " ujar Muhammad Jafar Divisi Advokasi Kinerja Pemerintah dan DPRD Kopel Indonesia Wilayah Kabupaten Sinjai melalui rilisnya kepada Bonepos, Rabu, (17/7/2013).

Banyaknya anggota DPRD yang tidak ikut bersidang seharusnya Badan Kehormatan (BK) maupun partai yang mengusung memberikan teguran. Kedelapan anggota DPRD tersebut seharusnya tau diri bahwa mereka di gaji untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, namun bagaimana mau berjuang jika rapat saja mereka malas hadir.

"Dengan waktu yang tersisa ini, kita berharap mereka yang malas ini dapat memperbaiki kinerjanya, atau jika sudah tak mampu, sebaiknya dengan berbesar hati mereka mengundurkan diri dari DPRD. Apalagi menjelang pemilu 2014 Kopel akan terus memberikan pendidikan Politik kepada masyarakat Sinjai untuk cerdas dalam memilih wakil rakyat," tambahnya.

Terpisah, Ketua DPRD Sinjai, H Sultani yang dimintai tanggapannya mengatakan secara hematnya beberapa anggota DPRD Sinjai yang dirilis oleh Kopel Sinjai ada yang malas dan ada yang juga aktif mengikuti rapat paripurna dewan. Meski demikian, Sultan menilai pantauan Kopel Sinjai juga patut dihargai untul langkah selanjutnya untuk konsen pengevaluasian kinerja DPRD yang dinilai mendapat rapor merah tersebut.

"Tentu kami akan menyampaikan ke Badan Kehormatan (BK) agar dievaluasi hasil kinerja buruk dari masyarakat dan Kopel ini dan kembali kemasyarakat nantinya memilih caleg DPRD yang bertanggungjawab dan fungsi aspirasi rakyat," ungkapnya.

Laporan : Arsyad Caca
Editor : Riswan

Komentar

Selasa, 16 Juli 2013

Banjir di Wajo Membawa Berkah Tersendiri Bagi Pedagang Bambu

Selasa, 16 Juli 2013 | 23:39

Jide salah seorang pedagan bambu yang menjual bambunya kepada warga korban banjir di Wajo.
BONEPOS.WAJO - Banjir yang melanda Kabupaten wajo dan merendam ribuan rumah yang tersebar dibeberapa kecamatan, yang meliputi Kecamatan Tempe, Pammana, Belawa, Tanasitolo akibat intesitas hujan yang tinggi serta banjir kiriman dari Kabupaten Sidrap dan Soppeng juastru membawa berkah tersendiri bagi pedagang bambu.

Pedagang bambu mendapatkan berkah karena bisa mereka menjual bambu hingga ratusan batang perharinya semenjak banjir terjadi di Kabupaten Wajo, warga yang rumahnya terendam membutuhkan bambu untuk jembatan titian dimana jembatan ini dibutuhkan untuk menghubungkan rumah satu dengan rumah warga yang lain.

" Kalau banjir terjadi saya mendapatkan keuntungan ganda kalau biasanya dalam sehari saya bisa jual cuma lima batang tapi semenjak banjir mencapai empat puluh batang dan saya kewalahan," ungkap Jide (45) salah satu pedagang bambu asal Desa Ujung Baru Kecamatan Tanasitolo kepada bonepos, Selasa (16/7/2013)

Ia menambahkan, banjir yang melanda Kabupaten Wajo beberapa hari terakhir ini baginya cukup membawa keuntungan dengan penjualan bambunya, harga bambunya bervariasi yang kecil kecil dijual dengan harga Rp. 15 ribu dan untuk ukuran besar bisa mencapai Rp. 30 ribu, dengan adanya pedangang bambu ini warga merasa sangat terbantu, karena bambu tersebut mereka gunakan untuk membuat jembatan titian.

Disisi lain Jide juga merasa prihatin dengan adanya banjir ini, namun apa boleh buat, baginya ini sudah merupakan kehendak yang maha kuasa.

Laporan : Amnar
Editor : Riswan

Komentar

Poros Bone-Wajo Putus, Pengendara Gunakan Rakit Untuk Menyeberang

| 21:23

GUNAKAN RAKIT - Luapan air yang membuat akses jalan diporos Kabupaten Bone - Wajo tepatnya didaerah Pammana, membuat warga terpaksa menggunakan akses darurat dengan menggunakan rakit untuk menyeberang jalan (Foto : Bitara, Selasa (16/7/2013)

Komentar

Besok, Planet Surf Resmikan Outlet Baru di Bone

| 21:17

Internet
BONEPOS.WATAMPONE - Pasar fashion, khususnya di segmen anak muda, sangat bergairah. Tren itulah membuat Planet Surf Indonesia membuka cabang di Sulawesi Selatan tepatnya di Kabupaten Bone. Dalam memberikan kenyamanan konsumen dalam berbelanja, Planet Surf rencananya akan meresmikan outlet barunya di Jalan Ahmad Yani Bone, Rabu (17/7/2013) besok.

Komang Astawa sebagai National Head Sales Operation Planet Surf, mengatakan, alasan membuka cabang di Bone karena Bone ini merupakan kota yang sudah berkembang. Selain itu, anak muda Bone juga sangat mengikuti tren fashion sehingga Planet Surf hadir untuk memenuhi hasrat fashion masyarakat.

Lanjutnya, tidak hanya fashion saja yang ditawarkan di Planet Surf ini, melainkan juga menawarkan aksesori dan produk cassual dari brand surfing internasional. Di antaranya dompet, ikat pinggang, jam, sepatu, gantungan kunci dan kacamata. Sementara itu, untuk brand surfing internasional mulai dari spyderbilt, insight, juiceematic, ripcurl, oakley, volcom, quiksilver, roxy, DC, billabong, rusty dan no fear.

Sementara itu, pada saat grand opening Rabu (17/7/2013) besok, Planet Surf  ini ingin memanjakan pelanggan setia dengan memberikan diskon spesial sebesar 20 persen untuk semua produk.

Laporan : Hadibianto
Editor : Riswan

Komentar

Pergeseran Pejabat Dinilai Mutasi " Balas Dendam"

| 18:17

28 Pejabat eselon II yang dilantik oleh Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi beberapa waktu lalu
BONEPOS.WATAMPONE - Pemerintahan baru Kabupaten Bone dibawah kendali Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi dan Wakil Bupati Bone Ambo Dalle pasca pelantikan pada bulan April kemarin dan jelang 100 hari masa kerjanya telah melakukan gebrakan-gebrakan baru diantaranya merubah wajah kota Bone menjadi putih bersih.

Selain itu, duet Andi Fahsar dan Ambo dalle juga telah merubah warna dan gaya honorer yang awalnya berseragam mirip dengan PNS kini diwajibkan berseragam putih hitam dan baru-baru ini, menjelang memasuki bulan Ramadhan, gerbong mutasi jilid pertama pun mulai bergerak dengan menggeser sedikitnya 28 pejabat eselon 2 dengan kabinet barunya.

Namun sangat disayangkan pergeseran atau mutasi tersebut dinilai oleh beberapa kalangan masih jauh dari harapan atau masih sama dengan resim mantan Bupati bone Idris Galigo,dimana beberapa pejabat yang memegang peranan penting dilingkup pemerintahan kabupaten Bone dianggap tidak sesuai dengan bidangnya.

Bahkan terkesan mutasi tersebut adalah mutasi balas dendam ,hal ini diungkapkan koordinator Lembaga Advokasi kesejahteraan rakyat (Lakra) Suardi Mandang yang menyebutkan mutasi yang dilakukan oleh Fahsar dan Ambo Dalle ,tidak sesuai dengan gembar -gembornya disaat kampanye.

Suardi bahkan kembali mengulang dan mengingatkan apa yang telah diungkapkan Tafadal pada kampanyenya untuk merubah tradisi mutasi sistem cangkok yang artinya menempatkan pejabat atau kabinetnya yang tidak sesuai dengan kemampuannya." Alur cerita pemerintahan bone ini akan tetap sama hanya pemainnya yang berganti ."ungkap Suardi.

Hal senada juga disampaikan oleh Agus,salah satu tokoh pemuda bone juga cukup menyesalkan modus mutasi yang berbau balas dendam tersebut karena menganggap pemerintah baru bone ini akan betul-betul berbeda dengan resim lalu namun dinilainya tambah bobrok dan melenceng jauh dari visi misi kedua pemimpin kabupaten Bone trsebut.

Agus bahkan menunggu gebrakan 100 hari kerja duet Fahsar dan Ambo Dalle namun hingga saat ini belum ada perubahan nyata dipersembahkan oleh keduanya." Kami awalnya menunggu perubahan terhadap bone tapi kenyataannya si kammaji" jelasnya.

Laporan : Iwan
Editor : Riswan

Komentar

Pemkab Bone Dapat Bantuan 5 Ribu Pohon dari Danamon

| 17:49

Ilustrasi
BONEPOS.WATAMPONE -  Melalui Yayasan Danamon Peduli, Bank Danamon cabang Bone menggelar bulan peduli lingkungan 2013 sekaligus menyerahkan 5.000 bibit pohon kepada Pemerintah Kabupaten Bone melalui Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi, Selasa (16/8/2013). Kegiatan yang digelar di bagian  belakang Terminal Petta Ponggawae Bone ini melibatkan seluruh jajaran Muspida di Bone.

"Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan Bank Danamon. Kegiatan kali tahun, sengaja kami tepatkan dengan HUT Bank Danamon ke 57  yang jatuh tepat hari ini," tutur Branch Manager Bank Danamon Confessional Victor Tjoanto.

Victor menyebutkan, gerakan penanaman satu miliar pohon Danamon ini merupakan kegiatan tahunan Danamon se-Indonesia sebagai bentuk dukungan Danamon terhadap program pemerintah. Victor menambahkan, pihaknya menyerahkan seluruh pengelolahan bibit kepada pemerintah untuk dikelolah dan dijaga.

Selain itu menurutnya, kegiatan yang melibatkan seluruh group Danamon seperti Adira Finance ini dimaksudkan untuk menggugah kesadaran masyarakat atas pentingnya menyikapi pemanfaatan sumber alam yang berdampak pada sumber daya alam.

"Aplikasinya mencakup dampak prilaku pada lingkungan yang berakibat pada bencana alam, Khususnya banjir, longsor, dan sebagainya," ungkapnya

Sementara itu, adapun 5000 bibit pohon yang diserahkan terdiri dari 2500 pohon jenis mahoni dan 2500 pohon jenis trambesit. Adapun untuk lokasi penanaman pohon ini akan ditentukan oleh pemerintah nantinya

Laporan : Bitara
Editor : Riswan

Komentar

Banjir, Warga Buat Jalan Alternatif Dari Kayu

| 17:36

Jalan poros Bone - Wajo yang dilintasi luapan air dari sungai walannae, di Desa Kampoti Kecamtan Dua Boccoe
BONEPOS.WATAMPONE - Jalan poros yang melintasi Dusun Tobakko, Desa Pallawa Rukka, Kabupaten Wajo menjadi lintasan air dari luapan Sungai Walannae Selasa (16/07/2013). Akibatnya warga terpaksa membuat jalan alternatif dari kayu untuk dilintasi kendaraan. Bahkan ada pula yang menggunakan perahu rakit.

"Setiap banjir, pasti begini. Warga membangun jalan hanya untuk sepeda motor dan pejalan kaki saja dengan membayar retribusi kepada warga. Adapun roda empat dari arah Bone harus memutar ke Kabupaten Sopeng lalu masuk ke Wajo," ungkap Abdurrahman

Ia menjelaskan, kondisi jalan di desanya itu sudah empat tahun dibiarkan rusak sehingga setiap air sungai meluap, kedalaman air di jalan desanya itu mencapai 1,5 meter.

Sementara itu, Murid di sejumlah sekolah yang berada di sekitar sungai Tawaroe, Desa Tawaroe, Kecamatan Dua Boocoe, Kabupaten Bone diliburkan, sejak dua hari kemarin lantaran sekolah mereka yang terendam air.

Selain sekolah yang terndam banjir, ratusan rumah warga sekitar juga ikut terendam. Warga terpaksa membuat jembatan kecil yang menghubungkan rumah mereka dengan jalan yang ada di depan rumahnya.

Untuk transportasi, warga desa yang berada di sepanjang jalan poros Bone-Wajo ini menggunakan sampan sebagai alat transportasinya.

Laporan : Bitara
Editor : Riswan

Komentar

Hujan Deras Rendam Dua Kecamatan di Bone

| 00:27

Salah satu jalan di Kecamatan Dua Boccoe yang terendam banjir setinggi 1 meter.
BONEPOS.WATAMPONE - Hujan dengan intensitas tinggi yang menerjang Kabupaten Bone selama tiga malam merendam sedikitnya Dua Kecamatan di Kabupaten Bone. Daerah yang terendam air dari luapan sungan Walannae meliputi Kecamatan Ajangale dan Dua Boccoe, Senin (15/7/2013).

Banjir ini juga mengakibatkan, akses jalan yang menghubungkan Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo juga tegenang air sehingga jalan tersebut tidak dapat dilintasi kendaraan.

"Jalan antar Kabupaten Bone - Wajo di Pompanua Kecamatan Ajangale terputus karena ruas jalan tertutup air," ungkap salah satu pengguna jalan Sudirman kepada Bonepos.

Selain itu, banjir didua Kecamatan ini juga mengakibatkan ratusan hektar sawah padi terancam mengalami gagal panen.

Laporan : Iwan
Editor : Riswan

Komentar

Senin, 15 Juli 2013

Kadis Pendidikan Bone Akan Menindak Calo Jabatan di Jajarannya

Senin, 15 Juli 2013 | 23:57

Ilustrasi
BONEPOS.WATAMPONE - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Rosalim Hab menegaskan bakal menindak calo jabatan dalam lingkup pendidikan Bone. Menurutnya, jika pegawai yang menawarkan jasa untuk memperoleh jabatan dalam lingkup pendidikan maka pihaknya akan mengusulkan pemecatan terhadap keduanya.

"Contohnya jabatan kepala sekolah. Jika ada pegawai yang memperjualkan jabatan itu maupun yang diuruskan akan dikenakan sanksi. Sesuai komitmen kami, akan kami usulkan untuk pemecatan," tutur Rosalim, Senin (15/7/2013) saat ditemui di ruang kerjanya.

Rosalim menyebutkan, pihaknya juga sudah menjadwalkan untuk mendatangi seluruh UPTD Pendidikan yang ada di Kabupaten Bone. Hal itu, selain memperkenalkan diri dan silaturrahim, juga untuk mengetahui transaksi belajar mengajar di tingkat kecamatan dan desa.

Lanjut ia menjelakan, bahwa pihaknya juga menargetkan untuk memasukkan Pendidikan Bone dalam 10 besar. Melihat Bone yang kini masih berada diurutan 21 diantara 24 Kabupaten di Sulsel. Makanya, diera kepemimpinannya ini, Rosalim akan meratakan pendidikan dimulai dengan tenaga pengajarnya.

"Pemerataan tenaga pengajar dengan meminta guru honor yang akan diangkat jadi PNS menandatangi surat pernyataan siap ditempatkan dimanapun dan sanggup tidak dipindah selama lima tahun," jelas Rosalim

Menurutnya lagi, Pengangkatan jabatan yang dilakukannya nanti sesuai hasil kinerjanya bukan latar belakang keluarga. Hal itu sebagai bentuk penghargaan agar setiap guru dapat terdorong melakukan yang terbaik bagi sekolahnya.

Laporan : Enal Shaenal
Editor : Riswan

Komentar

Minggu, 14 Juli 2013

Tolak Lurahnya Dimutasi, Warga Manurunge Ancam Demo Bupati Bone

Minggu, 14 Juli 2013 | 18:28

Ilustrasi
BONEPOS.WATAMPONE - Sejumlah warga di Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone mengancam akan menggelar aksi demo jika Bupati Bone mengganti Lurah mereka. Apalagi  Bupati dan Wakil Bupati Bone Andi Fashar M Padjalangi - Ambo Dalle yang dulu berjanji akan membentuk pemerintahan profesional tanpa melihat dendam politik.

"Dulu, pada saat masih kampanye, pasangan yang lebih dikenal dengan Tafa'dal ini akan membentuk pemerintahan yang betul-betul ahli atau profesional di bidangnya. Sementara menurut hemat kami kalau lurah kami masih layak dipertahankan karena disuka dan disenangi masyarakat," ungkap Musbir salah satu Tokoh masyarakat Lingkungan Ponceng, Minggu (14/7/2013).

Ia menambahkan, jika sebagian besar masyarakat Kelurahan Manurunge akan mendatangi DPRD Bone dan Pemerintah Kabupaten Bone untuk menyampaikan aspirasi mereka agar Lurah Manurunge, Andi Nurjannah Tinggi tidak dimutasi. Meski belum diganti, masyarakat mengantisipasinya mutasi lurah yang telah lama beredar sejak kepemimpinan Andi Fahsar.

"Ada isu yang beredar kalau Lurah Manurunge mau dimutasi. Padahal Lurah Manurunge sangat disenangi warga karena berkat dia, kelurahan Manurunge bersih sekarang," jelas Musbir.

Terpisah Lurah Manurunge, Andi Nurjannah Tinggi yang dimintai tanggapannya menjelaskan, pihaknya selalu siap menerima keputusan pemerintah. Ia menambahkan, dirinya tidak pernah menyuruh warganya untuk mempertahankannya apalagi menyuruh untuk melakukan aksi demo.

"Sebagai lurah, saya hanya menjalankan tugas dan kewajiban saya mengabdi terhadap bangsa, dan masyarakat," ungkap Andi Nurjannah Tinggi.

Laporan : Bitara
Editor : Riswan

Komentar

Ruas Jalan Poros Wajo-Bone Terendam Banjir

| 18:20

Jalur poros Wajo - Bone yang terendam banjir, akibatnya kendaraan yang melalui jalur ini harus antri. (Foto : Bitara) Sabtu (14/7/2013)
BONEPOS.WAJO - Tingginya curah hujan akhir-akhir ini di Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan membuat Danau Tempe dan Sungai Walanae meluap.

Dari pantauan Bonepos, Sabtu (14/7/2013), luapan tersebut, membuat ratusan rumah terendam dan bahkan ruas Jalan Wajo-Bone ikut terendam dan menghambat arus lalu lintas.

Ketinggian banjir hingga 1 meter tersebut membuat warga yang bermukim di lokasi langganan banjir itu beraktivitas menggunakan perahu.

Laporan : Bitara
Editor : Riswan

Komentar

Kamis, 11 Juli 2013

Ramadan, Polres Bone Sebar Personil di Setiap Masjid

Kamis, 11 Juli 2013 | 22:44

Sejumlah Jemaah sedang melaksanakan shalat tarawih di mesjid (Ilustrasi)
BONEPOS.WATAMPONE - Kepolisian Resort (Polres) Bone menyiagakan puluhan personilnya disetiap masjid di Kabupaten Bone. Tujuannya yakni menjaga keamanan selama bulan Ramadan.

"Setiap tahun memang ada anggota yang kami siagakan, di setiap masjid,"ujar Kapolres Bone, AKBP R. Andrea Martinus beberapa waktu lalu.

Para personil bertugas pada waktu salat tarawih dan salat subuh. Setiap masjid dijaga mulai dari tiga hingga tujuh personil Polres Bone dan Polsek.

Laporan : Iwan
Editor : Riswan

Komentar

Mau Voucer Pulsa Gratis ? Ikuti Kuis Salam Sahur Bersama Ilham Rifurio HD

| 18:58

M. Ilham Rifurio HD
BONEPOS.WATAMPONE - Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, dari Partai Amanat Nasional M.Ilham Rifurio HD, mengadakan kuis Ramadhan menjelang masuknya waktu sahur. Kuis tersebut ditujukan untuk masyarakat Sulawesi Selatan. Kuis digelar di sela-sela program Salam Sahur, pukul 03.00-04.30 Wita. yang disiarkan oleh stasiun radio swasta RCA 102,5 FM Bulukumba.

Sebuah strategi menarik dan kreatif untuk merebut simpati calon pemilih dilakukan oleh salah seorang caleg DPR RI. Calon Legislatif DPR RI untuk Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan 2, M. Ilham Rifurio HD mensponsori program kuis di Radio Cempaka Asri selama bulan suci Ramadhan.

Adapun pendengar yang ingin mengikuti kuis harus menelepon secara live ke 0413-82022 atau 085399103131. Kata kunci yang harus diucapkan adalah: "Muda, Mandiri, Kreatif" di mana ketiga kata tersebut merupakan tagline dari M. Ilham Rifurio HD.

Dalam setiap edisi kuis disediakan paket hadiah berupa voucher pulsa senilai puluhan ribu rupiah untuk pemenang bila berhasil menjawab pertanyaan yang dibacakan oleh penyiar. Pertanyaan yang diajukan berkisar tentang RCA, Sulsel, Bulukumba dan seputar Islam.

Laporan : Enal Shaenal
Editor : Riswan

Komentar

Puluhan Warga Tuna Rungu Demo Mapolsek Tanete Riattang

| 18:47

Seorang polisi yang berdiri ditangga tengah berupaya menyimak bahasa tubuh puluhan warga bisu di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan yang melakukan protes atas penangkapan salah seorang rekan mereka. Kamis, (11/07/2013). | KOMPAS.com / ABDUL HAQ
BONEPOS.WATAMPONE -  Puluhan warga tuna rungu di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan mendatangi Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Tanete Riattang Bone, untuk menuntut agar salah seorang rekannya yang ditangkap polisi lantaran diduga melakukan penganiayaan untuk segera dibebaskan. Aksi para warga bisu ini langsung membuat polisi kebingungan dan kewalahan memberikan penjelasan. Kamis, (11/07/2013).

Peristiwa yang terjadi sekira pukul 13.00 wita ini bermula dari penangkapan terhadap Fadli alias Elli (30), warga Lingkungan Pallengorenag, Kelurahan Biru, Kecamatan Taneteriattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dan merupakan seorang penyandang tuna rungu. Elli dibekuk berdasarkan laporan dari korban Unal (25) yang juga tak lain adalah penyandang tuna rungu dan mengaku dianiaya oleh pelaku berdasarkan laporan korban pada pertangan bulan Februari 2013 lalu.

Polisi yang telah melakukan pemanggilan secara tertulis terhadap Elli sebanyak tiga terpaksa melakukan penangkapan paksa. Saat dibekuk polisi sempat kewalahan lantaran baik pelaku maupun isteri pelaku juga merupakan penyandang tuna rungu. Dari penangkapan inilah, puluhan rekan pelaku mendatangi Mapolsek setempat untuk meminta klarifikasi dan penjelasan kepolisian.

Aparat kepolisian yang menghadapi puluhan warga bisu ini hanya bisa melotot tanpa tahu harus menjelaskan bagaiman duduk persoalan sehingga pelaku ditangkap "Iya kita disini bingung harus mau bilang apa karena yang kita hadapi orang bisu semua pakai bahasa isyarat, kata Aiptu Mas'ud, Kepala Unit Hubungan Masyarakat (Kahumas) Polsek Taneteriattang.

Kebingungan polisi ini sedikit mereda setelah salah seorang keluarga pelaku tiba dan menjadi penerjemah antara puluhan warga bisu denga polisi "Mereka keberatan karena katanya mereka korban dipukul karena mencuri hendpone dan mau memperkosa isteri pelaku, ujar Citra.

Puluhan warga bisu ini tampak gembira setelah menyaksikan pelaku dikeluarkan dari sel tahanan untuk menjalani pemeriksaan di ruang penyelidikan. Meski demikian dalam proses pemeriksaan, polisi tetap kewalahan meski telah dampingi oleh dua orang penerjemah.

"Sebenarnya dari kemarin kita mau periksa pelaku tapi kami kesilitas bahasa dan sekarang ini baru ini dilakukan karena sudah ada penerjemahnya, kata Mas'ud.

Sumber Berita : Kompas.com
Editor : Riswan

Komentar

Ratusan Penumpang KM Dharma Kartika Terlantar di Pelabuhan

| 18:34

KM.Dharma Kartika saat tiba di Pelabuhan Bajoe
BONEPOS.WATAMPONE - Pasca kandasnya kapal penumpang KM Dharma Kartika yang membawa 214 penumpang dan 21 anak buah kapal di perairan teluk Bone Sulawesi Selatan membuat ratusan penumpang terlantar.  Ratusan penumpang nampak tertidur di dermaga pelabuhan serta di kantor pelabuhan Bajoe sambil menunggu  untuk diberangkatkan. Kamis (11/7/2013)

Sejumlah penumpang nampak tertidur di dermaga serta di kantor pelabuhan Bajoe sambil menunggu mereka di berangkatkan ke pelabuhan Kolaka Sulawesi Tenggara.

Para penumpang tersebut harus menunggu keputusan apakah akan diberangkatkan dengan KM Dharma Kartika atau akan diberangkatkan dengan kapal lain.

Sementara itu,  Kepala Syahbandar Bajoe, Andi Abbas mengatakan bahwa pihaknya belum memperbolehkan kapal tersebut untuk berlayar, sebelum diperiksa kelaikannya untuk berlayar pasca kandasnya kapal tersebut.

"Kapal harus kembali untuk pemeriksaan fisik. Hal itu guna memastikan lambung kapal masih layak untuk diberangkatkan," tutur Abbas.

Abbas memaparkan, kapal berangkat meninggalkan pelabuhan Bajoe dengan membawa 214 penumpang, delapan Truk Besar, satu truk sedang, empat bus, 19 minim bus, dan 15 sepeda motor.

Laporan : Enal Shaenal
Editor : Riswan

Komentar

KM Dharma Kartika Berhasil Meninggalkan Lokasi Kandas

| 03:54

KM. Dharma Kartika
BONEPOS.WATAMPONE -  KM Dharma Kartika yang sempat kandas di Perairan Teluk Bone, Kabupaten Bone, berhasil meninggalkan lokasi kandasnya kapal sekitar pukul 02:30 Wita. Air laut yang mulai pasang menyebabkan kapal yang memuat 214 penumpang dan 21 ABK ini dapat bergeser.

Kapal tersebut kandas kurang lebih 7 mil dari Pelabuhan Bajoe. Tim SAR yang mencoba melakukan evakuasi, mengaku kesulitan mendekati lokasi karena terhalang cuaca buruk.

Laporan : Iwan
Editor : Riswan

Komentar